Cinta Tak Harus Usai Indah: Film Mahasiswa KPI Al-Qolam Sentuh 3.5 Ribu Hati Lebih di YouTube!

Malang – Sebuah gebrakan kreatif kembali lahir dari rahim Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Al-Qolam Malang. Film pendek yang merupakan tugas akhir semester 4 ini berhasil mencuri perhatian ribuan pasang mata di platform YouTube, dengan torehan impresif lebih dari 3.5 ribu lebih viewers. Di bawah arahan sutradara muda berbakat yang akrab disapa Maz Paull (Pathulloh), film ini sukses membius kalangan mahasiswa Al-Qolam dan masyarakat luas dengan alur cerita cinta yang realistis dan sentuhan islami yang mendalam.


Dua aktor ikonik yang berhasil menghidupkan karakter utama dalam film ini adalah Afiq Irhan Basya yang memukau dalam perannya sebagai Ahmad, dan Sabrina Raidah yang sukses memerankan sosok Aisyah. Keduanya berhasil membangun chemistry yang kuat, membawa penonton hanyut dalam perjalanan cinta yang penuh lika-liku, membuktikan bahwa tak semua kisah kasih berujung bahagia.


Lebih dari sekadar drama percintaan, film ini juga apik dalam menyisipkan nilai-nilai keislaman yang kuat, mampu menyentuh emosi penonton hingga terbawa perasaan (baper). Penokohan yang kuat dan alur cerita yang mengalir sukses menciptakan atmosfer yang membuat penonton seolah menjadi bagian dari kisah tersebut.
Menariknya, produksi film ini melibatkan banyak mahasiswa dan mahasiswi, terutama dari internal Prodi KPI sendiri. Karya ini menjadi bukti nyata bahwa didikan KPI Universitas Al-Qolam tidak hanya mencetak jurnalis dan penulis handal, namun juga melahirkan talenta-talenta di balik layar perfilman. Keahlian dalam pengambilan gambar, fotografi, videografi, hingga penyutradaraan dan kru produksi film berhasil ditunjukkan oleh para mahasiswa KPI ini.


Dukungan penuh terhadap kreativitas mahasiswa ini datang langsung dari Kaprodi KPI, Bapak Armanda Prasetya Pratama, M. Pd., yang juga menjabat sebagai ketua Media Center Al-Qolam. Beliau bahkan telah beberapa kali menjadikan produksi film sebagai pengganti tugas akhir mahasiswa, sebagai wujud apresiasi terhadap potensi mahasiswa di bidang audio-visual.

Sang sutradara, Pathulloh, dalam wawancaranya mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi selama proses produksi. “Banyak problem yang muncul, tapi justru di situlah letak keseruannya,” ujarnya penuh semangat. Beberapa kendala yang dihadapi tim produksi antara lain perizinan dari pihak pondok yang terkadang rumit, lokasi tempat tinggal teman-teman yang berjauhan dari kampus, hingga kurangnya kekompakan tim dalam hal efisiensi waktu. “Seringkali ada anggota tim yang datang terlambat, sehingga waktu take menjadi molor,” imbuhnya.


Lebih lanjut, Pathulloh juga berbagi pengalaman seru namun penuh tantangan saat pengambilan gambar. “Take videonya seru, tapi memang seringkali harus di-cut karena berbagai alasan teknis atau non-teknis,” jelasnya.
Meskipun demikian, berbagai kendala tersebut tidak menyurutkan semangat tim produksi.

Keberhasilan film ini menembus 3.5 ribu lebih viewers menjadi bukti bahwa dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, mahasiswa KPI Universitas Al-Qolam Malang mampu menghasilkan karya yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu menghibur dan menyentuh hati banyak orang. Ini menjadi penanda bahwa lulusan KPI Al-Qolam siap meramaikan industri perfilman Indonesia dengan perspektif dan keahlian yang unik.

Penulis : Anisaul Khomsah

Editor : Anisaul Khomsah

Picture of omik al qolam

omik al qolam

Tinggalkan Komentar