Malang, Jawa Timur – M. Yusron, M.Pd., seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang, menjadi inspirasi bagi banyak orang. Di tengah kesibukannya sebagai pegiat sosial serta aktivis organisasi, Beliau berhasil menyelesaikan tesisnya dengan waktu yang terbilang singkat. Sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat Beliau membutuhkan waktu 15 semester untuk menyelesaikan studi sarjananya.
Beliau menuturkan bahwa motivasinya untuk menyelesaikan tesisnya dengan cepat datang dari keinginannya untuk menebus “dosa” masa lalunya. Saat menempuh studi sarjana, Beliau mengaku kurang fokus dan sering menunda-nunda pekerjaannya. Hal ini mengakibatkannya membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan studinya.
“Dulu saat S1, saya akui kurang fokus dan sering menunda-nunda. Saya ingin menebus dosa itu dengan menyelesaikan tesis saya dengan cepat,” ujar Beliau.
Tekad dan kerja keras Beliau pun membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan tesisnya dengan memuaskan dan menjadi orang pertama di angkatannya yang berhasil sidang tesis. Beliau berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk pantang menyerah dan selalu termotivasi dalam mencapai tujuannya.
Sosok Inspiratif dan Aktivis yang Berprestasi
Beliau tidak hanya dikenal sebagai mahasiswa yang berprestasi, tetapi juga sebagai aktivis yang aktif dalam berbagai organisasi. Sejak masa perkuliahan, Beliau aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti PMII dan BEM. Bahkan, Beliau pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa BEM Al-Qolam Malang periode 2016-2017. Pengalamannya di organisasi tersebut telah memupuk jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosialnya. Beliau pun aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Tekad, kerja keras, dan kemampuan manajemen waktu yang jitu menjadi kunci sukses Beliau. Ia mengaku minimal 6 jam per hari mengerjakan tesisnya saat tidak terlalu sibuk, dan 3 jam minimal per hari saat sangat sibuk.
Keseimbangan Peran dan Manajemen Waktu
Di sela kesibukannya sebagai aktivis organisasi, Beliau juga harus berperan sebagai seorang ayah. Ia harus pandai membagi waktu dan mendisiplinkan diri agar semua tanggung jawabnya terpenuhi dengan baik.
“Kuncinya adalah manajemen waktu. Saya harus pandai membagi waktu antara pekerjaan, organisasi, dan keluarga. Saya juga harus disiplin dan fokus saat mengerjakan tugas,” jelas Beliau.
Beliau berpesan kepada generasi muda untuk selalu memiliki mimpi dan tekad yang kuat dalam meraih cita-cita. Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah menyerah dan selalu termotivasi dalam menghadapi berbagai rintangan.
Kepada teman seperjuangannya, Beliau berpesan agar mereka juga pandai memanajemen waktu. Ia yakin dengan disiplin dan fokus, mereka pun dapat mencapai kesuksesan. Kisah M. Beliau, M.Pd., merupakan bukti nyata bahwa dengan semangat pantang menyerah, motivasi tinggi, dan manajemen waktu yang efektif, kita dapat mencapai kesuksesan. M. Yusron, M.Pd adalah inspirasi bagi banyak orang, khususnya bagi generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
penulis : Luki Adi
editor : Farhan Faiz


