Studi banding bukan sekadar agenda seremonial atau kunjungan formal antar organisasi mahasiswa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kolektif yang mempertemukan gagasan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam mengelola organisasi. Hal inilah yang tercermin dalam kegiatan studi banding antara DEMA Al Qolam Malang dan DEMA UIN SATU Tulungagung yang diselenggarakan pada 17 April 2026 di Aula Prajna Paramita UIN SATU Tulungagung. Dengan mengusung tema “Harmonisasi Internal: Menggali Potensi Kolektif Menuju Performa Organisasi yang Eksponen”, kegiatan ini membawa pesan penting tentang urgensi membangun kekuatan dari dalam organisasi itu sendiri.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Presiden Mahasiswa UIN SATU Tulungagung, Roqi Wildana Al Jauhar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada DEMA Al Qolam Malang karena telah memilih DEMA UIN SATU Tulungagung sebagai tujuan studi banding. Ia menekankan bahwa kepercayaan tersebut merupakan sebuah kehormatan sekaligus peluang untuk saling belajar dan bertukar pengalaman dalam mengembangkan organisasi mahasiswa yang lebih baik. Sambutan ini mencerminkan keterbukaan dan semangat kolaboratif yang menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan antar organisasi.
Selanjutnya, sambutan dari Presiden Mahasiswa Al Qolam, Syuhada, turut memperkuat suasana keakraban. Ia menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh pihak DEMA UIN SATU Tulungagung. Lebih dari itu, ia berharap bahwa kegiatan studi banding ini tidak berhenti sebagai pertemuan sesaat, melainkan menjadi awal dari silaturahmi yang terus terjalin dan berkelanjutan di masa mendatang. Pernyataan ini menegaskan bahwa nilai utama dari kegiatan semacam ini adalah hubungan jangka panjang, bukan sekadar pertukaran informasi sesaat.
Memasuki inti acara, setiap kementerian dari kedua DEMA diberikan kesempatan untuk memaparkan program kerja masing-masing. Sesi ini menjadi salah satu bagian paling penting dalam kegiatan studi banding, karena di sinilah terjadi pertukaran ide yang konkret dan aplikatif. Berbagai program unggulan, strategi pelaksanaan, hingga tantangan yang dihadapi disampaikan secara terbuka. Dari pemaparan tersebut, masing-masing pihak dapat mengambil inspirasi, melakukan adaptasi, bahkan mengembangkan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan kampusnya. Dengan demikian, studi banding tidak hanya berhenti pada diskusi teoritis, tetapi juga menghasilkan gagasan praktis yang berpotensi untuk diimplementasikan.
Tema harmonisasi internal semakin terasa relevansinya dalam sesi ini. Ketika setiap kementerian mampu menjelaskan programnya dengan baik, hal itu mencerminkan adanya koordinasi dan komunikasi yang berjalan secara efektif di dalam organisasi. Ini menjadi bukti bahwa kekuatan internal yang solid akan melahirkan program kerja yang terarah dan berdampak.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh kehangatan, sebagai simbol kebersamaan dan kenangan dari pertemuan tersebut. Tidak hanya itu saja ada momen pemberian cinderamata dari DEMA Al Qolam Malang kepada DEMA UIN SATU Tulungagung. Penyerahan cinderamata dilakukan secara langsung oleh pres Syuhada’ kepada pres Roqi. Momen ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol penghargaan, rasa terima kasih, serta harapan akan hubungan yang terus terjalin dengan baik di masa depan. Pada akhirnya, kegiatan yang berlangsung di Aula Prajna Paramita ini tidak hanya meninggalkan kesan seremonial, tetapi juga harapan besar. Harmonisasi internal yang diangkat sebagai tema bukan sekadar wacana, melainkan sebuah kebutuhan nyata dalam membangun organisasi yang kuat dan berkelanjutan.


